Meski awalnya memiliki kebun kelapa sawit yang hanya mencakup kurang dari 10.000 hektar di Sumatera Utara.
Perusahaan ini tumbuh pesat menjadi pemilik pabrik pengolahan minyak sawit dan mencakup ratusan ribu hektar lahan perkebunan.
Oleh karena itu, Martua Sitorus mendapatkan gelar Raja Minyak Sawit Indonesia berkat kontribusinya yang luar biasa dalam industri ini.
Dia menempati peringkat ke-14 dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes 2021, dengan kekayaan bersih mencapai US$ 2,7 miliar.
Peter Sondakh: Diversifikasi Investasi melalui Rajawali Group
Peter Sondakh, kepala Rajawali Corpora, mengelola investasi yang mencakup sektor properti, hotel, media, dan pertambangan.
Melalui PT Eagle High Plantations Tbk, dia juga terlibat dalam bisnis perkebunan kelapa sawit.
Kekayaan Peter Sondakh mencapai US$ 2 miliar, dan dia menempati peringkat ke-20 dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes.
Sukanto Tanoto: Kontribusi Multi-Industri melalui RGEI
Pengusha selanjutnya, yakni Sukanto Tanoto memulai perjalanan bisnisnya di bidang suku cadang dan konstruksi.
Saat ini, di kenal sebagai pemilik Royal Golden Eagle International (RGEI) yang berbasis di Singapura.
Grup ini mencakup berbagai industri, termasuk perkebunan kelapa sawit melalui perusahaan seperti Asian Agri dan Apical.
Meski memiliki portofolio bisnis yang luas, Sukanto Tanoto menempati peringkat ke-21 dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes 2021, dengan kekayaan mencapai US$ 1,9 miliar.
Ciliandra Fangiono: Pengusaha Muda Berprestasi
Ciliandra Fangiono, CEO First Resources Ltd, adalah contoh pengusaha muda yang sukses di industri kelapa sawit.
Perusahaan ini menguasai ratusan ribu hektar lahan sawit di Indonesia.
Meski usianya masih 45 tahun, Ciliandra telah mencatatkan diri dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes dengan kekayaan sebesar US$ 1,83 miliar.
Putera Sampoerna: Diversifikasi melalui Sampoerna Strategic
Pengusaha berikutnya, Putera Sampoerna, semula di kenal sebagai bos PT HM Sampoerna Tbk, telah mengalami perjalanan di versifikasi bisnis melalui Sampoerna Strategic.
Grup ini berinvestasi dalam sektor keuangan, properti, telekomunikasi, kayu, dan perkebunan.
Selain itu, Putera Sampoerna memiliki PT Sampoerna Agro Tbk yang mengelola lebih dari 100.000 hektar kelapa sawit.
Kekayaannya mencapai US$ 1,8 miliar.
Arini Subianto: Meneruskan Jejak Keluarga dalam Bisnis
Selanjutnya, Arini Subianto, putri taipan Benny Subianto, mengambil alih bisnis keluarga setelah sang ayah meninggal.
Sebagai presiden direktur Persada Capital Investama, dia mengawasi investasi keluarga dalam berbagai sektor, termasuk pengolahan kayu, kelapa sawit, karet, dan batu bara.
Arini menempati peringkat ke-44 dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes, dengan kekayaan senilai US$ 9,75 juta.
Hashim Djojohadikusumo: Diversifikasi Sektor dengan Arsari Group
Pengusaha Terakhir, yakni Hashim Djojohadikusumo, dengan kepemilikan Arsari Group, bergerak dalam berbagai sektor, termasuk perkebunan kelapa sawit, pertambangan, pulp dan kertas, serta jasa logistik dan kargo.

Tinggalkan Balasan