Evaluasi Program 100 Hari Kerja Helmi-Mian, Isu Beredar Plt Sekdaprov Bakal Diganti

Terkait evaluasi program 100 hari kerja Helmi-Mian, Beredar isu Plt Sekdaprov Herwan Antoni akan diganti saat ini terkesan lamban.
Terkait evaluasi program 100 hari kerja Helmi-Mian, Beredar isu Plt Sekdaprov Herwan Antoni akan diganti saat ini terkesan lamban.

Bengkulu, Economicnews Beredar kabar dari kalangan awak media, jabatan Plt Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Bengkulu di terpa isu bakal di ganti. Hal ini mencuat terkait evaluasi program 100 hari kerja Helmi-Mian, yang di nilai berbagai kalangan bahwa kinerja Plt. Sekdaprov Herwan Antoni saat ini terkesan lamban.

Data terhimpun jurnalis, lambannya kinerja Plt Sekdaprov ini terkait tuntutan program kerja dan cara kerja yang di lakukan tak sebanding dengan cara kerja Gubernur. Yang di nilai selama ini gesit, cepat dan tepat saat menjadi Walikota Bengkulu dua periode.

Selain itu masuknya pejabat kota yang di kenal memiliki loyalitas tinggi terhadap Gubernur Helmi Hasan yakni Arif Gunadi yang baru-baru ini di lantik menjadi pejabat eselon II Pemda Provinsi Bengkulu. Ini di nilai kalangan akan menjadi saingan berat bagi sosok Herwan Antoni untuk mendapatkan posisi kursi Sekdaprov definitif.

“Ya tim keluarga inti sudah membahas terkait posisi sosok Sekdaprov, memang muncul beberapa nama. Mungkin setelah lebaran haji ini ada evaluasi keseluruhan (pergantian),” ungkap sumber orang dekat Helmi-Mian.

Kejar Target Program 100 Hari Kerja Helmi-Mian

Terpisah Direktur Eksekutif Lembaga Edukasi dan Kajian Daerah (LEKAD), Anugerah Wahyu, SH angkat bicara.

Ia menilai selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK), Gubernur berhak melakukan proses pengusulan pengangkatan dan pemberhentian seluruh pejabat aparatur sipil negara (ASN).

Sebab menurutnya, Gubernur lah yang paling tahu sebagai pejabat pembina kepegawaian, dan Gubernur juga tahu siapa yang bisa di ajak bekerja sama dalam berbagai hal. Khususnya dalam proses perwujudan program prioritas kepala daerah.

“Kalau kita lihat memang kinerja Plt. Sekdaprov sekarang ini sedikit lamban dalam mengejar target program 100 hari kerja pak Gubernur, terlihat tidak bisa mengimbangi cara kerja yang di minta pak Gubernur. Semoga jelang masa habis program 100 hari kerja Helmi-Mian ini di evaluasi total,” terang Wahyu kepada economicnews.asia.

Selain itu di tambahkan Wahyu, bahwa fungsi Sekda ini sangat strategis di tubuh birokrasi.

Pertama sebagai penata birokrasi dan kedua sebagai pengelola keuangan daerah karena sebagai Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Karena sebagian dari kewenangan Gubernur itu ada pada Sekda.

“Oleh karena itu kalau Gubernur ingin bagus jalan pemerintahannya di awal-awal ini. Harusnya start-nya itu di mulai dengan mengganti posisi Plt Sekda atau cepat melakukan proses lelang jabatan posisi Sekdaprov definitif. Kemudian baru posisi pejabat OPD yang dilakukan pergantian hal ini demi jalannya pemerintahan yang baik,” jelasnya.

Untuk di ketahui, posisi Sekdaprov Bengkulu definitif di prediksi yang pantas menempati di antaranya yakni Arif Gunadi yang saat ini menjabat sebagai Kadis Ketahanan Pangan Provinsi.

Lalu ada Mustarani yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPRD provinsi.

Selanjutnya, Meri Sasdi saat ini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah provinsi.

Kemudian, ada sosok Syafriandi yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan