
Bengkulu, Economicnews- Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) X DPW PPP Provinsi Bengkulu, Kamis (5/2/26) dihadiri langsung Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Muhammad Mardiono, BA. Kehadiran orang nomor satu di PPP tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) merestui pelaksanaan Muswil yang digelar di Bengkulu.
Dalam sambutannya, Muhammad Mardiono menekankan pentingnya persatuan dan soliditas kader sebagai kunci utama kebangkitan dan kesuksesan Partai Persatuan Pembangunan ke depan. Ia juga secara resmi membuka Muswil X PPP Provinsi Bengkulu.
“Kekuatan PPP ada pada persatuan kader. Muswil ini harus menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat partai,” pesan Ketum PPP di hadapan peserta Muswil.

Ketua Panitia Muswil X PPP Bengkulu, Heri Ifzan, menegaskan bahwa kehadiran langsung Ketum PPP menjadi bukti nyata restu DPP terhadap proses Muswil di Bengkulu. Ia menilai agenda tersebut telah berjalan sesuai mekanisme partai.
“Terkait pihak-pihak yang tidak hadir, kami tidak ingin berkomentar terlalu jauh. Mereka sudah dihubungi dan diminta tidak melaksanakan kegiatan lain selain Muswil, namun faktanya masih ada aktivitas lain bahkan sampai menggelar jumpa pers. Saya yakin DPP akan bersikap dan mengambil langkah atas kondisi ini,” ujar Heri.
Meski demikian, Heri menegaskan fokus utama panitia adalah menyukseskan Muswil X PPP Bengkulu yang telah terlaksana dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum. “Alhamdulillah pak Ketum hadir membuka langsung acara,” ucapnya.
Ke depan, hasil Muswil akan menetapkan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan sekaligus menentukan calon Ketua DPW PPP Provinsi Bengkulu. Nama-nama yang dihasilkan akan diusulkan kepada Ketua Umum PPP untuk mendapatkan pengesahan.
Di sisi lain, dinamika internal PPP Bengkulu masih menguat. Sebanyak delapan DPC dan tiga sekretariat PPP di Bengkulu menyatakan tidak ikut serta dalam Muswil X. Sikap tersebut disampaikan oleh Ketua DPC PPP Bengkulu Tengah, Fepi Suheri, bersama sejumlah Ketua DPC dan Sekretaris PPP dari Kabupaten Kaur, Kota Bengkulu, Kepahiang, Seluma, Lebong, dan Rejang Lebong.
“Kami tidak akan hadir dalam Muswil. Kami juga tidak berpihak kepada salah satu kubu. Pernyataan sikap ini kami ambil karena adanya kebingungan yang kami rasakan. DPP dan DPW dinilai telah menempatkan kami pada posisi simalakama akibat adanya dualisme kepemimpinan,” ujar Fepi.
Situasi ini menandai bahwa Muswil X PPP Bengkulu berlangsung di tengah dinamika internal partai. Meski demikian, DPP PPP diharapkan segera mengambil sikap guna menjaga soliditas dan kesinambungan organisasi di tingkat daerah.(**)

Tinggalkan Balasan